Tuesday, 18 December 2012

Jadi Guru? Sounds Good...

Di sebuah rumah sederhana di daerah Bekasi Utara, sebuah keluarga bahagia sedang bercengkerama. Tiada yang istimewa dalam rumah itu, tapi saya merasakan berjuta hal ada disana. Sedemikian "lengkapnya", hingga tempat semewah apapun, saya tetap merasa lebih nyaman dan lebih suka leh-lehan di rumah sederhana itu.

Terdengarlah sebuah suara wanita paruh baya berperawakan muda,
"Ki, kamu jadi guru aja. Guru agama, kan enak, pahala dapet uang juga dapet, dobel." Ujar ibu saya memecah keheningan di saat saya risau untuk memilih akan lanjut menimba ilmu dimana dan jurusan apa. Saat itu saya telah menerima pengumuman SNMPTN Undangan, dan hasilnya alhamdulillah.. tidak lulus. Yah saya juga muluk-muluk sih, pilihannya UGM dan IPB, padahal nilai rapot pas-pasan. Ibaratnya punya uang hanya Rp 3.000 tapi kekeuh mau ngopi di Starbucks.. hahaha. Namun benar juga kata ibu saya, sejujurnya saya miris melihat guru-guru yang tidak kompeten. Mungkin ahli di bidangnya, namun tidak kompeten menularkan kepintaran pada anak didiknya, mungkin belum cukup ilmu bagaimana cara mengajar yang baik.

Sorotan saya, mengerucut pada guru Agama Islam. Mirisnya, mereka hanya sekadar menyampaikan apa yang ada di buku, istilah kerennya textbook. Tidak menyitir dalil. Sedihnya lagi, terkadang mereka menjawab perkara-perkara remeh saja salah, atau cenderung sok tau. Masih saja banyak guru agama yang mengatakan ngupil itu membatalkan puasa, parahnya itu guru SMA/sederajat. Dalil tak ada, bicara seenak jidat. Memangnya ada hadis yang melarang ngupil saat puasa? Tega sekali ajaran Islam. Mengharamkan garuk hidung yang gatal saat puasa. Lainnya, guru seharusnya berani berkata "tidak tahu", jika memang dia tidak mengetahui. Jangan malu sama anak didik, padahal mereka yang bilang sendiri toh, akan sangat bangga jika muridnya lebih pintar. Ternyata hanya sebatas pepesan kosong.

Saya memang dari dulu berniat menimba ilmu agama saat kuliah. Ketertarikan saya, entah mengapa hanya berputar-putar di antara pengkajian Sejarah atau Agama. Tapi entah angin apa yang membuat saya masuk SMK jurusan Teknik Komputer Jaringan. Tolong jangan ada yang tanya lagi mengapa saya bisa masuk ke sana.. hahaha

Singkat cerita saya diterima di sebuah perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Fakultas Syariah & Hukum Program Studi Muamalat. Sejatinya saya masih bingung kampus ini masuk di Kabupaten Sleman atau Kota Yogyakarta. Intinya, prodi yang saya pilih bukanlah mengarahkan profesi untuk jadi guru, atau bekerja di lembaga pendidikan. Jauh dari itu, saya belajar hukum serta ekonomi Islam. Pertimbangan yang membuat saya tidak mengambil prodi Pendidikan Agama Islam, ialah, kelihatannya di sana saya hanya akan belajar masalah-masalah mendasar dalam agama. Tidak menjamin menjadi guru sekaligus cendekiawan, yang mempelajari masalah kaidah ushul dan furu', yang wajib diketahui anak-anak Muslim, bahkan sebelum baligh. Seyogianya guru menjadi pelita dalam kegelapan bagi anak didiknya, menjadi secercah harapan di tengah zaman yang semakin hobi meninju wajah polos anak manusia hingga kelimpungan dan tak tahu arah kemana berjalan.

Dari situlah melayang pikiran saya, untuk menjadi guru. InsyaAllah jika lulus nanti, saya menyandang gelar Sarjana Hukum Islam. Saya akan menguasai satu di antara dua ilmu yang saya pelajari di kampus, Hukum Islam atau Ekonomi Islam. Jika saya menjadi guru, setidaknya tidak hanya masalah remeh yang saya kuasai, tapi juga bagaimana cara bermuamalah, mengenalkan hukum Islam, bagaimana hidup yang syar'i segalanya sesuai ketentuan Al-Quran dan sunnah. Saya ingin menjadi penerang bagi masyarakat, terutama para generasi penerus, bagi mereka yang masih buta terhadap indahnya Islam beserta apa yang ada di dalamnya.

Sekarang saya sedang menghimpun tekad untuk menjadi guru. Doakan ya kawan ^_^



Zaky Ramadhan bin Ahmad Rivai bin Abu Bakar bin Abdul Hamid.
'Isy kariman aw mut syahidan
Allahu Akbar!

5 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Kenapa kak pas SMK ngambil TKJ??? *ane penasaran 😁

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com