Tuesday, 28 October 2014

Rindu Memang Begitu

                Rindu itu memang begitu. Tak pernah ada aturan baku yang menjelaskan tentang arti rindu. Tapi setiap insan pasti pernah merindu. Siapapun pernah merindu, meskipun kadang ia tak tahu sedang merindu.
            Rindu itu selalu begitu. Impian bagi mereka yang mendamba persuaan itulah rindu. Ia dirasakan setiap orang yang ingin bertemu. Meski bukanlah sekadar rasa ingin bertemu, tapi juga tentang keadaan orang yang dia ingin tahu. Terkadang ada rindu, yang dicampuri rasa cemburu. Seringkali ada rindu, sebab kadung perasaan cinta kepada siapapun itu.

Thursday, 16 October 2014

Peran Penting oleh Pemeran (Tak) Penting

            Hidup ini memang beragam. Manusia yang diciptakan dengan sebaik-baik bentuk, nyatanya memiliki ciri khas masing-masing. Dari segi fisik, pikiran, psikologi, sifat, mental, dan sebagainya. Mereka berbeda. Banyak yang bilang, perbedaan itu pelangi. Berlainan warnanya, namun berpadu menciptakan sebuah harmoni. Memunculkan warna baru yang sedap dipandang mata. Perbedaan yang menyejukkan. Satu hal yang dapat kita pelajari, bahwa perbedaan mengajarkan kita untuk bekerjasama. Ya, bekerjasama. Bukan bekerja bersama.
            Sebuah bangunan akan terselesaikan dengan baik apabila arsitek, mandor, dan kuli bangunan menciptakan sebuah kerjasama yang apik. Kerjasama adalah saling bekerja dengan pekerjaan yang berlainan untuk menggapai satu tujuan. Lain halnya dengan bekerja bersama; yakni bekerja melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu. Mereka berbeda.

Wednesday, 15 October 2014

Cinta Sebelum Cinta, Cinta Sesudah Cinta

            Cinta itu makhluk-Nya yang tak berwujud. Kehadirannya tak pernah dinyana, namun tiba-tiba terasa ada kekuatan yang mengalir dalam tubuh, merapat ke hati sesiapa yang didatanginya.
            Cinta itu ilmu terapan, bukan teori. Seringkali ilmu terapan sulit dijelaskan oleh teori, namun mudah dilakoni dengan baik, hingga rampung seperti apa yang diinginkan. Begitulah cinta, meski tak pernah bisa dijelaskan dengan baik oleh ilmuwan sekalipun, ianya begitu mudah diungkapkan, atau diwujudkan dalam bentuk perilaku.
            Cinta itu belajar. Belajar memahami, belajar tahu diri, belajar mengasihi, belajar memberi, belajar menerima, belajar berkata baik, belajar berlaku sopan, belajar hidup yang mulia, belajar ikhlas, belajar sabar, belajar ikhtiar, belajar tawakal, belajar bertanggung jawab. Belajar apapun yang tidak dipelajari di kelas-kelas yang mengajarkan mata pelajaran sampah.
            Cinta itu seperti ilmu. Bila diberikan tidak berkurang justru bertambah. Seorang guru tidak akan menjadi bodoh bila ia terus mengajar. Justru dari kegiatan mengajar itu ia menjadi lebih banyak belajar dan menjadi lebih pintar; bila ia ikhlas. Pula halnya cinta, apabila yang mencintai dengan ikhlas tanpa terjerat nafsu, maka yang didapati hanyalah bertambah-tambah cintanya, teriring dengan hadirnya ketenangan batin yang didambanya.

Tuesday, 25 March 2014

Pendidikan Anak Islami: Mendidik Anak Menjadi Manusia Biasa

Islam adalah sebuah agama yang menyeluruh, lengkap, dan melengkapi. Karena kelengkapannya, Islam tidak luput dari mengajarkan umatnya untuk mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Apa yang harus diajarkan kepada anak-anak adalah bagaimana mereka kembali kepada fitrahnya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tidak mempersekutukan Allah). Maka orang tuanya-lah yang menjadikannya seorang Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi…” (HR. Bukhari).
            Seringkali kita melihat di sekitar kita, banyak orang tua yang begitu bangga ketika mengetahui anaknya mendapat nilai sempurna dalam ujian pelajaran matematika di sekolahnya atau menjadi juara di kelasnya karena prestasi akademik si anak.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com