Wednesday, 15 October 2014

Cinta Sebelum Cinta, Cinta Sesudah Cinta

            Cinta itu makhluk-Nya yang tak berwujud. Kehadirannya tak pernah dinyana, namun tiba-tiba terasa ada kekuatan yang mengalir dalam tubuh, merapat ke hati sesiapa yang didatanginya.
            Cinta itu ilmu terapan, bukan teori. Seringkali ilmu terapan sulit dijelaskan oleh teori, namun mudah dilakoni dengan baik, hingga rampung seperti apa yang diinginkan. Begitulah cinta, meski tak pernah bisa dijelaskan dengan baik oleh ilmuwan sekalipun, ianya begitu mudah diungkapkan, atau diwujudkan dalam bentuk perilaku.
            Cinta itu belajar. Belajar memahami, belajar tahu diri, belajar mengasihi, belajar memberi, belajar menerima, belajar berkata baik, belajar berlaku sopan, belajar hidup yang mulia, belajar ikhlas, belajar sabar, belajar ikhtiar, belajar tawakal, belajar bertanggung jawab. Belajar apapun yang tidak dipelajari di kelas-kelas yang mengajarkan mata pelajaran sampah.
            Cinta itu seperti ilmu. Bila diberikan tidak berkurang justru bertambah. Seorang guru tidak akan menjadi bodoh bila ia terus mengajar. Justru dari kegiatan mengajar itu ia menjadi lebih banyak belajar dan menjadi lebih pintar; bila ia ikhlas. Pula halnya cinta, apabila yang mencintai dengan ikhlas tanpa terjerat nafsu, maka yang didapati hanyalah bertambah-tambah cintanya, teriring dengan hadirnya ketenangan batin yang didambanya.
            Cinta itu bukan pada banyaknya pertemuan fisik. Cinta itu ada pada bertemunya satu doa dengan doa yang lainnya. Tatkala satu sama lain saling mendoakan kebaikan, tanpa ada satu makhluk pun yang tahu. Saat tunduk pandangan yang menahan mata melihat keindahan yang bukan haknya. Saat lisan tertahan dari tutur kata yang menjerumuskan kepada kenistaan. Cinta itu ada pada banyaknya doa dan usaha yang lebih sering daripada biasanya.
            Cinta itu murni. Bila mereka yang mengaku mencintai justru dirundung gelisah setiap detiknya, berarti ia bukan sedang jatuh cinta, tapi jatuh nafsu. Sebab cinta itu murni. Sebab murni itu bersih. Sebab bersih itu menundukkan pandangan. Sebab menundukkan pandangan itu adalah ketenangan.
            Cinta itu sabar. Sabar bukan hanya terletak pada lamanya menunggu. Merelakan hal yang diinginkan untuk orang lain, itu lebih tinggi sabarnya. Cinta bukan hanya berani mengambil kesempatan bersama ketika kesempatan itu hadir, namun cinta juga berlaku manakala harus mempersilakan yang lebih pantas untuk maju meminang yang dicintai.

            Cintailah cinta. Ada cinta sebelum cinta. Ada cinta sesudah cinta. Itulah cinta.

2 comments:

  1. Bagian Favorit "Cintailah cinta. Ada cinta sebelum cinta. Ada cinta sesudah cinta. Itulah cinta."

    ReplyDelete

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com