Sunday, 26 April 2015

Bukan Kamu yang Bergerak, Tapi Dia-lah yang Menggerakkan!

Cuaca terik seakan menyapa mereka dengan bersahabat dan penuh keramahan. Kala itu, bulan suci Ramadhan menemani aktivitas mereka yang tidak seperti biasanya, yang tentram aman nan damai di sebuah kota bermasyarakat madani. Perjuangan suci, atau populer dengan sebutan jihad, dijalankan oleh mereka yang di dalam hatinya sudah tertanam iman yang kuat. Perang kali ini adalah perang besar pertama yang akan diikuti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersama orang-orang beriman yang terdiri dari kaum Anshar dan kaum Muhajirin. Medan perang yang berlokasi di Badar, menjadi saksi bisu sejarah yang akan terkenang sepanjang masa. Di sinilah penentuan apakah agama yang dibawa oleh Muhammad akan eksis, atau punah saat itu juga.

Friday, 24 April 2015

Dosa Bersejarah itu Bernama Sombong

Inilah tentang sifat yang membuat seorang beriman gagal masuk surga. Inilah tentang sifat yang banyak mendatangkan musuh dan mengusir banyak sahabat. Inilah tentang sifat yang membuat Iblis terusir dari surga-Nya. Inilah tentang sebuah sifat yang menyemarakkan pertumpahan darah di muka bumi. Inilah tentang sifat yang membuat orang terkaya sejagat bernama Qarun harus tenggelam ke perut bumi bersama hartanya. Inilah sifat sombong. Inilah dosa yang paling monumental, dosa yang paling tua, dan dosa yang amat tidak mudah diidentifikasi.

Friday, 17 April 2015

Ukhuwah; Nilai Tak Terbantah

“Dan berpeganglah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati-hatimu, dan dengan nikmat Allah-lah kamu menjadi orang-orang yang bersaudara.” (QS. Ali Imran: 103)
            Bila para ilmuwan Barat menganggap nilai kebenaran adalah relatif, bila para atheis menganggap keberadaan Tuhan hanyalah semu, bila para komunis memastikan bahwa kaum borjuis dan proletar mustahil bersatu, atau bila sekuleris berpendapat bahwa pencampuran agama ke dalam politik adalah utopis, maka para islamis haruslah berbangga pada ajarannya sendiri; yang memiliki nilai tidak relatif, yang memiliki ajaran sempurna, yang memiliki aturan paripurna. Maka salah satu nilai yang dewasa ini dianggap utopis, hingga kapanpun takkan pernah dapat dibantah. Satu nilai itu adalah ukhuwah. Nilai yang bersejarah dan akan terus menyejarah.

Friday, 10 April 2015

Generasi Hobi Menyalahkan

Pentingnya mengevaluasi dan berkaca diri selalu diajarkan oleh para tetua dan tentunya dalam literatur-literatur agama. Islam saja mengajarkan agar kita melihat dan memperbaiki diri kita untuk menyongsong masa depan. Tak tanggung-tanggung, oleh sebab pentingnya mengevaluasi diri, maka perbuatan tersebut disejajarkan dengan ketakwaan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.[1]
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com