Monday, 25 May 2015

Ini Soal Amanah



Ini soal amanah. Ketika ada kepercayaan dari orang banyak yang menghampiri pundak kita. Kita harus mengembannya. Kita harus memapahnya. Bahkan bila harus berdarah dan bernanah kita membopongnya, maka lakukanlah. Tidak ada amanah di luar batas kemampuan kita. Hanya seringkali kita merasa diri kita terlalu lemah. Celakalah kita! Padahal Tuhan Menciptakan kita dalam sebaik-baik bentuk, dan tidak pernah menurunkan ujian melebihi batas kemampuan kita. Apakah kita akan mengingkari janji-Nya? Pundak kita akan selalu kuat mengemban amanah, namun bisikan setan terkutuk yang senantiasa melemahkan. Jika tidak mampu membuat setan menangis karena godaannya gagal, setidaknya jangan sampai membuat setan-setan itu tertawa. Mudah bukan? Karena ini soal amanah. Ini soal kepercayaan. Adakah orang di dunia ini yang rela dikhianati kepercayaannya? Maka, embanlah amanah itu!

            Ketika Allah bertanya kepada Neraka Jahannam, “Apakah kau sudah penuh?”[1] Serta-merta Jahannam menjawab, “Masihkah ada tambahan?” Ini soal amanah. Jahannam paham betul apa itu amanah dan bagaimana mempertanggungjawabkannya. Amanahnya adalah menampung semua orang yang ingkar kepada Tuhannya, dan Jahannam melaksanakan tugasnya dengan baik. Ketika Tuhannya Melontarkan pertanyaan perihal amanahnya, Jahannam tidak mengeluh, justru bertanya kalau-kalau ada tambahannya.
            Saat itu, Abu Bakar ash-Shiddiq sudah ingin mencukupi amanahnya sebagai pemimpin negara. Ia melihat Umar bin Khaththab sebagai orang yang pantas menggantikan posisinya. Disampaikanlah hajatnya kepada Umar. Siapapun sudah menebak reaksi Umar setelah ditawarkan untuk menjadi khalifah, pasti menolak. Dengan tegas Umar mengatakan bahwa dalam dirinya tidak sedikitpun terbersit hasrat untuk menjadi pemimpin negara. Panah insting kepemimpinan Abu Bakar tepat sasaran. Memang itulah yang dicari. Yakni orang yang tidak memiliki hasrat akan jabatan pimpinan. Umar-lah orangnya. Sejarah telah mencatat kegemilangan Umar dalam memimpin negara. Umar mengemban amanah yang ia sendiri tak pernah menginginkannya. Amanah besar memang harus diemban oleh orang-orang yang tidak berhasrat padanya. Agar mereka menyadari, bahwa amanah adalah kepercayaan. Kepercayaan adalah tanggung jawab. Tanggung jawab adalah hasil teguran. Bukankah amanah besar adalah teguran dari Yang Maha Besar? Sebab Tuhan akan menilai pertanggungjawaban mereka sebagai manusia dari amanah yang mereka emban.
            Lelaki ini adalah orang yang memiliki trauma berperang. Ketika usianya menginjak kisaran 27 tahun, ia ikut berperang ke Mesir bersama pasukan yang dipimpin oleh pamannya, Asaduddin Syirkuh. Walaupun tidak kalah, nyatanya ia membuat blunder, sehingga membahayakan dirinya dan pasukannya sendiri. Setelah kejadian tersebut, ia menyatakan tidak ingin lagi berperang. Tak dinyana, beberapa tahun kemudian, jabatan kepemimpinan mampir kepada dirinya. Rakyat menaruh kepercayaan padanya. Hingga kini, kita tak pernah kehabisan literatur dan referensi terkait data tentang dirinya ataupun kepemimpinannya yang gilang-gemilang. Dialah Shalahuddin al-Ayyubi. Shalahuddin tak pernah berambisi untuk menjadi pemimpin. Shalahuddin hanya melakukan apa yang bisa dilakukan, dan melaksanakan segala yang dipercayakan kepadanya. Karena ini soal amanah. Bukan masalah kau tertarik atau tidak tertarik. Amanah bukan bagi mereka yang mau, amanah tidak diperuntukkan bagi mereka yang meminta. Tetapi amanah selalu jatuh kepada orang yang tepat.
            Ketika seorang suami melakukan poligami, dapat dipastikan banyak suara sumbang yang akan mengiringi perbuatannya. Seolah-olah perbuatan tersebut adalah perbuatan yang licik, kontroversi, dan bukti bahwa seorang suami tidaklah setia. Akan tetapi, semua ocehan buruk itu pastilah tidak berdasar. Apabila mereka memelajari sejarah Sang Nabi Terakhir, terbantahlah semua pendapat miring mereka. Kesembilan istri yang memiliki watak berbeda-beda, berhasil dikontrol dengan baik oleh Muhammad bin Abdullah tanpa menzalimi salah satunya. Dengan harta yang seadanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membuktikan bahwasanya keadilan tidaklah utopis, dan kesetian bukanlah terletak dari aspek bagaimana dia hanya mencintai seseorang. Tetapi kesetiaan adalah bagaimana memberi cinta kepada orang-orang yang tepat. Sebab sejatinya, cinta sama halnya dengan ilmu. Ia takkan habis bila dibagi, justru ia akan bertambah ketika dibagi. Cinta adalah amanah. Tugas kita adalah mencintai orang yang benar dan tepat. Tidak mungkin kita hanya mencintai satu orang di dunia ini. Maka janganlah mengkhianati cinta, karena mengkhianatinya sama halnya dengan mengkhianati amanah. Jangan menyalahgunakan cinta, karena menyalahgunakannya sama juga dengan menyalahgunakan amanah.
            Dibesarkan seorang ibu yang tegar tanpa bekal apapun, membuatnya menjadi pemuda yang tangguh, tegar, menerima apa adanya, dan santun. Suatu ketika, datanglah Sang Ayah yang baru pertama kali ini ditemuinya. Tanpa basa-basi, Sang Ayah menyampaikan satu amanah dari Tuhannya untuk menyembelihnya. Tak dinyana, pemuda yang bernama Isma’il ini langsung menyetujuinya dan merelekan lehernya untuk disembelih oleh ayahnya. Kontan saja Ibrahim ‘alaihissalam sumringah karena tak ada penolakan dalam diri anak pertamanya. Setelah disembelih, ternyata Tuhan berkehendak lain. Isma’il digantikan dengan kibas berkualitas baik, dan itulah dalil disyariatkannya qurban. Tak ada keraguan sedikitpun dalam diri Isma’il ketika ayahnya menyampaikan amanah dari Tuhannya. Sekalipun ia belum pernah bertemu ayahnya sebelumnya. Karena Isma’il yakin, setiap amanah adalah musibah. Menyikapi amanah dengan tulus, tegar, ikhlas dan dilandasi ketakwaan, maka musibah tersebut akan berujung berkah.
            Ini soal tanggung jawab, ini soal janji, ini soal musibah berujung berkah, ini soal amanah. Siapapun yang hidup, akan mengemban amanah. Siapapun yang mengabdi, akan mengemban amanah. Hanya mereka yang menggunakan pikiran dilandasi keimanan, ketulusan, dan ketegaran-lah yang dapat menunaikannya dengan benar.


[1] QS. Qaf: 30

2 comments:

  1. Barakallah waa innalillahi.. untuk amanah yg baru di emban.
    Semangat bertugas pak ketumsat :D
    Smg dikuatkan

    ReplyDelete

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com