Monday, 19 October 2015

Tulis Saja

Ketika mengisi kajian, seminar, atau talkshow; biasanya pertanyaan langganan yang sering mampir adalah, “Mas, apa saja tips menulis?” atau “Mas, bagaimana sih memotivasi diri untuk semangat menulis?” atau banyak pertanyaan-pertanyaan yang bernada sejenis. Padahal tajuk kajiannya bukanlah tentang tulis-menulis, kadang-kadang tema kajiannya jauh sekali dari urusan tulis-menulis. Tetapi entah mengapa topik tentang menulis ini memang menarik sekali untuk dibahas. Namun, tahukah Anda, bahwa sesungguhnya saya pun bingung untuk menjawab apabila ada pertanyaan semacam itu. Sekalipun pertanyaan itu adalah pertanyaan yang akrab di telinga saya. Bahkan sangat akrab.
            Tentang menulis, saya tidak pernah punya tips ataupun motivasi khusus. Lagipula saya juga bukan orang yang sangat produktif dalam menulis. Baru dua buku karya saya yang berhasil terbit, itupun sangat tipis dan beberapa isinya ada yang harus saya copy-paste dari sana-sini. Saya hanya mencoba mengoptimalkan segala potensi yang saya miliki untuk menebar kebaikan, untuk berdakwah. Selain itu, saya menjadikan kegiatan tulis-menulis kebanyakan sebagai curahan hati belaka, tidak lebih. Blog ini adalah saksi bisu curahan hati yang saya tuliskan. Mungkin banyak pembaca yang tidak tahu bahwa tulisan-tulisan saya di blog ini adalah curhat, tetapi nyatanya memang demikian. Alasannya sederhana; saya ingin curhatan saya dapat menjadi manfaat bagi siapapun yang menyimaknya. Menebar kebaikan adalah ibadah, karena itu adalah perintah Yang Maha Kuasa.
            Perlu ditekankan, bahwa motivasi bagi setiap orang tidaklah selalu sama. Misalnya saja, jika seseorang ingin sukses dalam berbisnis adalah harus begini dan begitu, sebagaimana yang dikatakan oleh motivator bisnis kenamaan bernama -sebut saja Mawar. Pada kenyataannya, tidak semua orang yang berbisnis kemudian bisnisnya sukses karena mengikuti perkataan si motivator, bahkan ada yang berujung gagal total. Motivasi tidak melulu berujung keberhasilan, namun setiap amal memang membutuhkan motivasi agar dapat terlaksana dengan maksimal. Oleh sebab itu, carilah motivasi dari dalam diri kita sendiri. Dalam hal menulis, saya menyadari bahwasanya menulis ini adalah perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Mengapa dalam Al-Qur’an ada sebuah surat yang diberi nama Al-Qalam yang berarti pena? Itulah kode dari Allah.
“Sesungguhnya mahluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah Al-Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya: Tulislah! Kemudian Al-Qalam berkata:Wahai Rabbku, apa yang aku tulis? Allah berfirman: Tulislah taqdir segala sesuatu sampai datang hari kiamat”[1]
            Sebuah hadits mengungkapkan bahwasanya pena adalah makhluk yang pertama kali diciptakan Allah.[2] Perintah Allah untuk menulis segala yang terjadi sampai hari kiamat kepada pena. Ini salah satu faktor yang secara tidak langsung memberikan alasan mengapa kita harus menulis. Allah menciptakan pena sebagai makhluk-Nya yang pertama. Lagi-lagi ini sebuah kode bagi makhluk-Nya yang begitu sempurna bernama manusia untuk menulis.
            Menulis itu pekerjaan keabadian. Mengapa? Ya, siapa yang akan tahu sosok bernama Ibnul Qayyim al-Jauziyah apabila dahulu ia tidak menulis? Mungkin juga tidak akan ada yang mengenal Ibnu Taimiyah, Ibnu Khaldun, Badiuzzaman Said Nursi, hingga Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) di zaman sekarang apabila mereka dahulu tidak semangat menulis. Kita memang akan mati, jasad kita ditimbun tanah dan tinggallah tulang belulang. Namun nama kita akan terus disebut, pemikiran kita akan terus dikenang, dan keturunan kita bisa saja dipuji banyak orang karena karya kita dalam tulisan. Dengan menulis, kita akan abadi di dunia yang fana.
            Anda bisa saja mencari motivasi menulis dari sisi yang berbeda. Misalnya Anda ingin menulis di koran demi mendapatkan uang saku, menulis buku demi royalti, menulis buku demi dipuji banyak orang. Hal-hal itu sah-sah saja. Namun pikirkanlah kembali. Apabila orientasi kita kepada menebar ilmu, menebar manfaat, pastilah jauh lebih mulia dan manfaatnya akan berlipat. Kita kejar pahala dari menulis. Karena pahala itu abadi, maka manfaat yang akan kita rasakan dari menulis juga akan abadi. Lihatlah para ulama kita. Mereka membebaskan siapapun yang ingin copas karya mereka. Tidak ada harapan royalti yang mereka pikirkan. Hasilnya, kita bisa menikmati karya-karya mereka hingga sekarang, dan banyak ulama besar yang mempelajari karya-karya mereka. Padahal kekayaannya tidak akan habis berribu turunan apabila ada royalti untuk mereka. Mereka tidak membutuhkan adanya Undang-Undang plagiarisme, karena tanggung jawab keilmuannya adalah sanad dan jalur periwayatan.
            Setidaknya tiga hal di atas yang menjadi motivasi saya menulis. Lagi-lagi tidak semua orang harus memiliki motivasi yang sama. Karena motivasi itu seperti juga hikmah, yang Allah tebarkan serpihan-serpihannya di hamparan semesta yang luas ini. Lalu tentang tips, saya pun tidak pernah memiliki tips khusus. Saya hanya punya tiga tips untuk menulis, yakni: (pertama) menulis, (kedua) menulis, dan (ketiga) menulis. Menulis, menulis, dan menulis. Hanya itu kiat-kiatnya. Untuk memulai menulis, kita harus menulis. Untuk melanjutkan tulisan, kita harus menulis. Dan untuk mengakhirinya kita juga harus menulis.
Lalu apa inspirasi untuk memulai tulisan? Sesungguhnya inspirasi itu akan datang apabila kita sering membaca. Karena membaca dan menulis adalah kegiatan yang berkesinambungan. Saya pernah ditanya, “Bagaimana caranya kita bisa menulis banyak tulisan dan kita tidak kehabisan ide dalam menulis?” Sebelum saya menjawab, saya ajukan pertanyaan juga, “Berapa banyak Anda baca dalam sehari? Dan jenis tulisan apa yang Anda baca?” Jawabannya, “Saya jarang membaca, dan saya suka baca novel.” Nah, keep dreaming! Analogi sederhananya; membaca sama dengan makan, dan menulis sama dengan (maaf) buang air besar. Anda ingin BAB dengan jumlah yang banyak, tetapi Anda tidak mau makan. Atau Anda mau makan, tetapi hanya cemilan-cemilan saja. Pasti pencernaan dan kesehatan Anda bermasalah. Begitupun bila Anda ingin menulis, tetapi jarang baca; itu suatu hal yang agak mustahil. Atau Anda hanya suka baca novel, yang dapat kita analogikan dengan cemilan tadi; maka Anda hanya baik dalam menulis cerita pendek ataupun novel juga. Kualitas Anda ditentukan dari bacaan Anda. Jika Anda banyak membaca, peristiwa apapun yang terjadi akan memberikan inspirasi untuk menulis. Karena wawasan Anda menjadi luas dengan banyak membaca. Dan ingat, wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah; perintah membaca!
Terakhir, biasanya saya juga mendapat pertanyaan, “Apa yang paling sulit dalam menulis?” Saya sulit menulis ketika dipaksa. Apalagi menulis tentang topik yang tidak saya kuasai. Lagi-lagi ini karena kurangnya wawasan saya, sehingga minim inspirasi dan ide untuk menulis. Namun yang jauh lebih teramat sulit dalam urusan tulis-menulis adalah; menulis namaku dalam hatimu.



[1] HR. Abu Dawud [no. 4700], Shahih Abi Dawud [no. 3933], at-Tirmidzi [no. 2155, 3319], Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah [no. 102], al-Ajurry dalam asy-Syari’ah [no.180], Ahmad [V/317], Abu Dawud ath-Thayalisi [no. 577], dari Sahabat ‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallahu ‘anhu, hadits ini shahih.
[2] Ulama berbeda pendapat akan hal ini. Ada yang mengatakan pena diciptakan setelah ‘arsy, ada pula yang berpendapat bahwa pena lebih dahulu diciptakan sebelum ‘arsy. Allahu a’lam.

8 comments:

  1. Yang terakhirnya apabanget, kak.... :/

    Dulu pernah bilang "Lo cocok jadi penulis, kak" dan ternyata bener kaaann sekarang udah jadi penulis keren. huhuhu Terus berkarya, kak! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah berarti kata-katanya menjadi doa :)

      Delete
    2. Alhamdulillah sudah terbit 2 buku. Semoga segera lahir buku ke-3, dst. :)
      Banyak buku, banyak juga kebaikan yang bisa dibagi kepada sesama.

      Delete
  2. Awesome...
    Yap menulislah dengan alasan apapun...asal bukan untuk meremehkan ..

    ReplyDelete
  3. Bang boleh dong, share buku yang recommended dibaca, syukron :)

    ReplyDelete
  4. Keren mas .. tulisan.a penuh inspirasi dan kata" mas diatas ngena banget hihi .. bikin fikiran saya terbuka kembali meneruskan hobi menulis saya sewaktu sekolah dulu .. mohon doa mas 😊😁

    ReplyDelete

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com